Langsung ke konten utama

Postingan

CHAMBER (4)

4. Ulang tahun MAHAMERU Desember 2014, aku sudah tidak lagi tinggal di Semarang. Aku kembali ke Boyolali untuk tinggal bersama orang tua. Sebenarnya dengan berbagi pertimbangan, tinggal di Semarang seharusnya mempermudah ku dalam mencari pekerjaan di bandingkan dengan kembali ke rumah. Akan tetapi dengan bujuk rayu bapakku sepertinya aku luluh untuk pulang saja kerumah dan tinggal dengan orang tua sebelum kembali merantau lagi entah kapan itu. Bulan ini MAHAMERU berulang tahun, Riyan memintaku untuk datang ke acara perayaannya yang aku lupa pada saat itu jatuh entah di tanggal berapa, kalau tidak salah masih minggu minggu pertama di bulan Desember. Beberapa adik tingkat berusaha aku kontak untuk bisa datang mewakili WAPALHI, aah sayang mereka sepertinya sedang ada acara interen yang membuat mereka tidak bisa mengirimkan delegasi barang seoarang pun. Aku agak dilema, tinggal bersama orang tua membuat ku sungkan kalau pergi dan pulang malam apalagi menginap. Sedangkan kal...

CHAMBER (3)

3. Ulang Tahun Mapalaku Setelah pertemuan di goa Bekah Jogja itu, seingat ku tidak ada komunikasi lanjut antara aku dengan nya (Noval). Kami memang tidak bertukar nomor telfon, aku sempat stalking FB nya si hahaha ketemu tapi ya gitu cuma tau aja gak mau nge add duluan, malu, takut di kira mau sok dekat atau apa padahal mah cuman penasaran aja si. Ahir November 2014, ada sebuah acara sukuran merayakan hari jadi mapala ku. Ulang tahunnya si sebenarnya jatuh tanggal 5 Desember, tapi se ingat ku waktu itu acaranya di adakan lebih dulu masih November kalo gak salah. Saat itu aku mengontak beberapa sahabat dari berbagai mapala terutama Solo dan Jogja karna memang kebanyakan teman teman dekat ku berasal dari area itu. Saat itu salah satunya aku kontak Riyan MAHAMERU yang kemarin masuk goa Bekah bareng . “ Yan, datang lho ya k e acara ulang tahunnya WAPALHI “ chat ku ke Riyan. Ngomong ngomong wapalhi adalah nama organisasi mapala yang aku ikuti pas jaman kuliah. “ gak janji...

CHAMBER (2)

2. Hari ini bulan april 2018, waktu riweh riweh nya buat ngurus pajak badan. Iya, aku seorang akuntan di perusahaan swasta. Secara struktural namanya head akuntan, cuman gegara emang gak ada akuntan lain ya kepala, badan, kaki, tangan, semuanya aku haahahha. Ah apa apa an ini, malah curhat soal kerjaan. Di tengah ke pusingan ku ini, nyari sana sini landasan buat ngambil keputusan terkait ada nya selisih pencatatan, aku malah terfikir buat ngelanjutin cerita kemarin yang baru aku tulis satu bab saja, aaah aku emang orang nya gitu, suka gagal fokus hahaha apalagi lihat mas mas ganteng uuppss. Kita lanjut ke cerita kemarin saja ya *** Ini pertemuan kali kedua ku dengan nya, pertemuan dengan intensitas percakapan lebih lama karna memang kami terlibat dalam satu kegiatan penelusuran gua yang sering kami sebut caving. Kira kira waktu itu bulan November 2014, awal bulan kalo gak salah, aku lupa tanggal pastinya. Hari itu dari semarang aku sendirian naik bis ke Jogja, bukan naik ...

ngalah ke diri sendiri

Membaca berita kemarin perihal meninggalnya seorang pendaki di gunung raung dan di sangkutkannya kepada pengambilan keputusan terhadap perjalanan menuju puncak. Saya teringat kembali pendakian ke gunung rinjani tahun 2014 lalu yang mengharuskan saya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Musuh terberat dalam hidup ini adalah diri sendiri, baik dalam sebuah pendakian maupun dalam kehidupan sehari hari. Terlebih dalam sebuah pendakian yang sifatnya zero toleran. Bahkan saya sendiri terkadang masih memiliki toleran, sesuatu yang seharusnya tidak ada dalam pendakian. Perjalanan menuju lombok kemudian Rinjani ini awal nya sempat saya batalkan karena satu minggu sebelum pendakian saya sakit yang membuat saya hanya terbaring di tempat tidur. Sempat saya sampaikan kepada teman saya niatan itu kemudian dia menjawab " aaalaah kudu melok kowe, mengko kowe ning gonanku sik trus ngombeobat, isuk e mesti masi ( ah harus ikut kamu, nanti kamu ke tempat ku dulu trus minum ...

Tentang waktu yang "tepat"

Saya sangat tertarik dan begitu menyukai pulau kalimantan. Ibu selalu bercerita tentang kakek nenek dan masa kecilnya dikalimantan, cerita cerita ibu itu yang membuat saya entah kenapa selalu tertarik untuk ke sana. Pernah suatu ketika di sekolah dasar, guru meminta untuk menggambar bebas. Tidak seperti anak anak yang lain menggambar gunung pantai atau binatang kesukaan mereka, saya malahan memilih gambar peta kalimantan. Pas di tanya kenapa menggambar peta dengan bahagia saya jawab " kakek saya tinggal di sana". Begitu duduk di banku SMA, mulai lah nulis dalam book list, salah satunya "pergi ke kalimantan bertemu kakek dan nenek". Anak yang pergi keluar kota naik bis aja mabok ini punya impian ke luar pulau yang bakalan berkali kali lipat jauh nya. Tapi impian untuk kekalimantan masi menggebu sembari selalu di jampi jampi doa ke Allah. Yang tadi nya naik bis sampe kecamatan mabok, naik tingkat sma di kabupaten, trus kuliah di beda kota lama kelamaan grade ...

CHAMBER (1)

1. Balsem, iya teman teman kemudian memangil ku balsem, memang balsem yang itu, balsem obat gosok yang panas nya minta ampun.  Aku rasa belum perlu aku memakai identitas yang sebenarnya di depan umum, untuk sementara seperti ini saja dulu tak mengapa. Oh ya tambahan saja, aku adalah seorang perempuan. Pada mulanya aku mulai menuliskan cerita ini karena kerinduan yang begitu mendalam padanya, sosok yang sudah tiga tahun menemaniku berjalan melewati hari demi hari di masa susah maupun senang ku. Dia yang karnanya aku menangis dan tertawa, karnanya nya juga tertulis puluhan puisi cinta, dan karnanya kemudian perantauan ku tak begitu terasa menyakitkan. Di tambah ketidak pastian akan masa depan, perihal tanda tanya itu, dia kah yang kemudian menjadi pendamping hidup ku dan menua bersama.  Dia kah yang di gariskan Tuhan kemudian berlabel jodoh ku. Dia kah menantu laki laki yang akan di anggap anak sendiri oleh Ayahku. Maka ku tuliskan cerita ini, cerita yang akan berahir sep...

Kepada mu

Kepada mu  Aku tak tau kapan kau mau menikahiku Aku juga tak tau adakah terbesit keinginan itu pada mu Kepadamu Atau kepada siapapun nanti calon imamku Aku tak ingin memaksa Nedesak untuk sebuah keputusan yang kurasa harus benar benar hasil pemikiran bukan hanya hati tapi otak mu, bukan semata hasil desakan ku Kepadamu Aku akan menunggu waktu itu Aku akan menantinya dengan hati Aku akan menyibukkan dari Kepada waktu itu Aku percaya semua atas kuasa Nya Tak ada yang di percepat atau di perlambat

hati tempat ku merindu

padamu, hati tempat ku merindu. sejauh asap tembakau mengenai gelas kopimu, ku tau rindu akan selalu menyertai kita serupa itu, aku bukan pecinta yang sempurana, yang menyajikan romansa bahagia ketika bersama, aku bukan pecinta yang sempurna, pelahir sajak maupun kata kata ber irama ketika jarak melipat angka. padamu, hati tempat ku merindu. yang ku mampu hanya pastikan relung hati sebelah kiri ini hanya untuk mu. dan memaatikan pundak mu adalah tempat berpulang ku melepas rindu. surabaya, 3 november 2017

peluk hujam mu

kekasih, berulang kau ajariku menghadapi sunyi, pada rasa yang seolah mengolok hati, tak apa sendiri, tak apa seperti ini, toh kau senantiasa berada di relung hati sebelah kiri. aku akan senantiasa menunggu, pada jawab sebuah rindu, sampai awan putih menjadi kelabu, kemudian air membumi bersama doa mu, cinta memang seperti itu sesekali cinta menjelma malaikat yang mendekap ku dengan sayap sayap mu, sesekali pula di hujam nya aku dengan pisau pisau yang tersembunyi di balik sayap mu, yang orang sebut itu rindu. surabaya, 26 oktober 2017

Curhatan Anak Rantau Tentang “Sekolah” Yang Sebenarnya (2)

Minggu training yang tersasa begitu panjang. Dalam satu minggu pertama kami bekerja agendanya adalah pelahitan langsung dari dealer development Jakarta. Seorang juru IT dan seorang lagi Akuntan di datangkan untuk membekali kami konsep pekerjaan yang pada ahirnya akan kami kerjakan dalam hari hari berikutnya. Training ini lebih di tujukan untuk kami bertiga, saya selaku head akuntan, seorang karyawan lain sebagai seorang sales counter dan satu lagi sebagai seorang kepala gudang. Semua pekerjaan yang akan kami lakukan dalam hari hari maupun bulan bulan berikut nya di paksakan selesai diajarkan dalam satu minggu. Terlebih saya sebagai head akuntan di tutut memahami pekerjaan dari sales counter dan kepala gudang juga. Kepala saya rasanya mau pecah, saya harus mencatat semua yang harus saya lakukan. Mencatat memperhatikan sekaligus memahami, seperti otak tangan mata dan telingan bekerja dalam satu waktu. Melihat setelah kepulangan mereka berarti saya harus melakukan semuanya seorang di...